CREDIT SCORING FOR RETAIL BANKING

Dalam persaingan didunia perbankan, terdapat beberapa bank yang kurang berhati-hati dalam menjalankan kegiatannya, sehingga timbul pelanggaran terhadap peraturan perbankan dalam mengambil keputusan yang akhirnya dapat merugikan bank itu sendiri sehingga berdampak pada nasabah yang menempatkan dananya di bank tersebut. Untuk menghindari kondisi tersebut, maka Bank Indonesia mengambil tindakan untuk melikuidasi bank-bank yang mendapat masalah pada kinerjanya sesuai dengan kriteria yang diterapkan Bank Indonesia. Apabila dalam dunia perbankan masih terdapat banyak beberapa bank yang punya masalah pada manajemennya dan masih beroperasi, akan sangat merugikan bank-bank lain yang sungguh-sungguh punya manajemen dan kinerja yang sehat dimana dapat mengakibatkan kepercayaaan masyarakat akan lembaga perbankan jadi berkurang atau hilang. Ini akan berakibat negatif bagi perekonomian nantinya, maka alasan utama dari likuidasi bank adalah untuk menciptakan kondisi dunia perbankan yang lebih sehat dan stabil serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional. Salah satu faktor penentu penting dalam penentuan kinerja perbankan adalah penentuan credit scoring yaitu penilaian kelayakan kredit yang diajukan oleh nasabah kredit. Credit scoring ini berguna bagi bank untuk menentukan risiko usaha jika bank meminjamkan dana pada nasabah. Berdasarkan latar belakang diatas maka diperlukan pengembangan sistem database yang dapat digunakan untuk menentukan credit scoring pada perbankan.

Pengembangan sistem informasi credit scoring ini diharapkan dapat memberikan aplikasi berupa Calculator Kredit Modal Kerja yang bertujuan untuk menentukan kelayakan kredit modal kerja, Aplikasi kedua adalah Calculator Kredit Investasi yang bertujuan untuk menentukan kelayakan kredit investasi, aplikasi keempat adalah Calculator Kredit Konsumtif yang bertujuan untuk kelayakan kredit konsumtif, serta aplikasi-aplikasi yang lain berupa Perhitungan Default Rate, Risiko Kredit Pendekatan VaR dan Risiko Kredit Pendekatan LED. Untuk aplikasi Perhitungan Default Rate, Risiko Kredit Pendekatan VaR dan Risiko Kredit Pendekatan LED dapat dikelompokkan menurut cabang, jenis kredit (KUK & non-KUK), penggunaan kredit (modal kerja, investasi & konsumtif).

full text

Advertisements

October 8, 2007. Tags: , , . Uncategorized. Leave a comment.

Sertifikasi BSMR

(more…)

March 14, 2007. Risk Management. 7 comments.

Salam Jumpa!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

March 2, 2007. Uncategorized. 1 comment.